PROBLEMATIKA UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) ITB

PROBLEMATIKA UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) ITB

Biaya kuliah tunggal merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di perguruan tinggi negeri. Di ITB, Kebijakan UKT baru ditetapkan untuk tahun ajaran 2013/2014 sesuai dengan Permendikbud RI Nomor 55 Tahun 2013. Secara jelasnya, dengan adanya UKT di ITB, maka BPPM(dibayar saat pendaftaran mahasiswa baru) dan BPPS(dibayar persemester) diintegrasikan menjadi Uang Kuliah Tunggal, yang dibayar persemester.

SKEMA UKT

Nominal UKT yang ditetapkan untuk ITB non SBM sebesar 10jt rupiah/semester dan untuk SBM 20jt rupiah/semester. Biaya tersebut juga mempertimbangkan kemampuan ekonomi, sehingga ada 5pilihan Rp 400.000,- ; Rp 800.000,-  ; Rp 4.000.000,- ; Rp 8.000.000,-  ; Rp 10.000.000,- dan (*Rp 20.000.000,- bagi SBM) untuk biaya yang Rp 400.000,- sampai RP 4.000.000,- langsung diintegrasikan dengan beasiswa bidikmisi sedangkan untuk nominal 8juta dan 10juta tetap.

Berikut perbandingan sistem UKT pada tahun ajaran baru dan sistem BPPS dan BPPM sebelumnya dengan asumsi kuliah di ITB selama 8 Semester

UKT BPPM dan BPPS
Biaya Semester Biaya sampai Lulus BPPM BPPS Semester Jumlah
Rp 200rb 8 Rp 1,6jt* Rp 0 Rp 5jt 8 Rp 40jt
Rp 400rb 8 Rp 3,2jt* Rp 11jt Rp 5jt 8 Rp 51jt
Rp 4jt 8 Rp 24jt* Rp 22jt Rp 5jt 8 Rp 62jt
Rp 8jt 8 Rp 64jt Rp 33jt Rp 5jt 8 Rp 73jt
Rp 10jt 8 Rp 80jt Rp 44j- Rp 5jt 8 Rp 84jt
      Rp 45jt** Rp 5jt 8 Rp 85jt

NB: * Mendapat beasiswa bidikmisi, sehingga biaya kuliah disubsidi 100%(Gratis)

** BPPM dikembalikan 10jt dari nilai awal 55jt

ITB menetapkan sistem 24% penerima BM ( UKT Rp.0) dan 36 % penerima susbsidi dengan pilihan membayar 400 ribu, 800 ribu, 4 juta, dan 8 juta, dengan pembulatan ke atas. Sisanya membayar full 10 juta .Secara penyajian angka memang UKT dinilai lebih menguntungkan, selain tidak ada beban diawal penerimaan mahasiswa baru(Biaya BPPM), Jumlah biaya yang harus dibayarpun lebih sedikit. Namun yang menjadi problematika bukanlah jumlah biaya, tetapi asas berkeadilan.

Pembulatan ke atas menimbulkan masalah pelik. Sebagai contoh, mahasiswa A hanya mampu membayar 5-6 juta untuk UKT nya. Namun , berdasarkan sistem UKT yang telah dibuat, mau tidak mau ia harus membayar 8 juta rupiah. Hal ini tentu sangat memberatkan mahasiswa.

Selain itu, masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui informasi pengalihan BM tersebut, sehingga mereka merasa bisa meminta subsidi tanpa harus mendaftar penerima BM

Proses pengajuan keringanan ke LK (Lembaga Kemahasiswaan) telah dilakukan, dan terpilihlah 609 anak yang lolos seleksi berkas. Selanjutannya , nama  nama dari ke 609 anak ini diajukan ke wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan. Hasilnya?? Rekomendasi LK ditolak dengan alasan : pembayaran UKT dapat dicicil, mahasiswa pengaju keringanan dapat mengajukan surat penangguhan, dan mahasiswa pengaju keringanan dapat mengajukan beasiswa di kemudian hari. Selain LK, Kementrian KESMA( Kesejahteraan Mahasiswa ) sebagai salah satu media interaksi dan penyampaian informasi dari pihak kabinet KM-ITB sendiri pernah mengumpulkan mahasiswa baru 2013 yang mengajukan keringanan untuk penyamaan informasi, namun hanya 203 mahasiswa yang menghadirinya. KESMA juga pernah meminta data ekonomi mahasiswa baru terkait pengajuan keringanan UKT, namun hanya 385 anak yang mengirimnya ( hanya 335 yang datanya valid)

Banyaknya pengaju yang tidak setuju dengan keputusan ini mengakibatkan diadakannya peninjauan kembali dengan para wakil rektor. Pendataan kembali mahasiswa yang mengajukan keberatan kali ini difasilitasi olehKESMA. Keputusan yang dihasilkan adalah akan ada pemberian subsidi UKT dari kas ITB dengan persyaratan: mahasiswa harus memiliki IP > 2.5 , dan wajib mengirimkan proposal PKM 2013. Apabila tidak memenuhi salah satu persyaratan, subsidi UKT akan lagsung dicabut. Setelah dilakukan pencocokan data pengaju dari KESMA dan LK, ditetapkanlah nama nama penerima subsidi.  Untuk nominal UKT yang harus dibayar oleh mahasiswa , jumlahnya bisa dilihat di situs https://pmb.akademik.itb.ac.id/six/ per awal Desember 2013. Namun, belum tentu setiap mahasiswa membayar UKT sesuai dengan keringanan yang diajukannya.

SOLUSI

Sebagai mahasiswa, sebaiknya kita bersikap lebih aktif dalam mencari informasi seputar UKT , baik ke LK maupun ke KESMA. Apabila terdapat ketidaksesuaian (jumlah UKT masih lebih tinggi dari kesanggupan), mahasiswa dapat mendiskusikanya di LK maupun KESMA. Sebagai tambahan, penerima subsidi masih dapat menerima beasiswa jika masih benar benar membutuhkan. Selain itu, butuh transparansi informasi terhadap mahasiswa , terutama mahasiswa baru tentang UKT ini, darimana asalanya, mengapa pengelompokan jumlah yang harus dibayar memiliki nominal sekian, dan penjelasan ke mahasiswa baru mengenai langkah langkah apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi hal ini.

POSTER KASTRAT-UKT ITB

PENULIS

FOTO MAGANGERS

ARIS WAKHYUDIN                          12212053

TEGUH KRISTIAN TAMPUBOLON 12212057

JANUARI 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s